Ukuran Kayu Mati Buyut Perbatang Berubah, Bakal Terjadi Bencana?

oleh -2.624 views
Kayu-Mati-Buyut-Perbatang
Tradisi angkat Kayu Mati Buyut Perbatang di Balong Keramat. Foto: Ist

Sama seperti ritual benda-benda pusaka lainnya, kain kafan bekas penutup kayu dan air di balong keramat setelah proses pengangkatan menjadi rebutan warga yang sengaja datang ke lokasi.

“Banyak warga meyakini kalau kain kafan bekas pembungkus kayu dan air balong keramat bisa dijadikan tolak bala atau untuk hal lainnya,” paparnya.

Diterangkan Suparja, kondisi kayu setiap tahun selalu berubah-ubah, hal tersebut karena setiap usai diangkat selalu dilakukan pengukuran, tetapi selalu tidak sama.

“Tidak pernah lepas kita mengukur setiap tahun, dan selalu tidak sama,” ujar pria berambut ikal ini.

Kondisi kayu yang selalu berubah setiap tahunnya itu mengandung pilosofi tentang keadaan warga.

Jika kayu dalam kondisi besar atau memanjang, maka bisa diartikan kesuburan, jika sebaliknya maka kemungkinan akan terjadi bencana.

“Tahun lalu ketika diangkat, kondisi kayu mengecil dan kurus dan ternyata covid melanda bangsa Indonesia,” terangnya.

Selain itu, Suparja juga berpesan kepada warga luar desa yang datang ke lokasi, selalu menjaga adab dan etika untuk menghormati tradisi yang sudah berjalan secara turun temurun ini.

Diceritakannya, dulu pernah ada warga luar desa yang usil mengambil kayu dengan cara mencukil untuk kepentingan sendiri.

Akibat ulahnya itu, warga tersebut tidak sadarkan diri seperti orang kesurupan dan kayu pun seperti mengeluarkan darah.

“Ketika kayu dimasukan ke balong, seketika seperti keluar darah dari kayu dan air menjadi merah,” cerita Suparja. (brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.