Terungkap, Legenda Nyi Ratna Herang Seorang Putri, Bukan Penari Ronggeng

oleh -260 views
Desa-Ciherang-Legenda-Nyi-Ratna_herang
Gapura selamat datang di Desa Ciherang. Foto: Brd/Radar Cirebon

Gagal lagi, dan harus kembali lagi. Kali ini perjalanan 42,6 Km kembali harus sia-sia karena adanya swab masal di Kantor Desa Ciherang.

Tidak langsung melakukan perjalanan esoknya. Ingat pesan sekretaris desa untuk datang lagi minggu depan. Dituruti juga pesan tersebut.

Satu pekan berlalu, perjalanan kali ini harus berhasil. Dan tujuannya langsung menuju rumah H Abung yang ditunjukkan oleh Kesra Desa Ciherang.

Cukup jauh lokasi Blok Wage dari alun-alun desa. Satu kilo perjalanan dengan jalanan menanjak harus dilalui menuju blok tersebut.

Baca Juga!

Bukan Hitam, Candi Borobudur di Awal Pembuatan Penuh Warna-Warni

Jangan Asal Sweeping Rumah Makan, Dengar Dulu Penjelasan Buya Yahya

Kali ini jalanan mulai menurun, ada satu perkampungan. Mungkin itu alamat Blok Wage. Dugaan penulis ternyata benar, seorang warga memberikan kepastian.

Cukup sulit menemukan rumah H Abung, blok tersebut ternyata rumahnya sedikit rapat. Gang kecil jadi pemisah antar rumah.

Dan akhirnya sampai di rumah H Abung. Hari yang baik, pemilik rumah ternyata ada di tempat. Menyiram tanaman menjadi kegiatannya di sore hari.

H Abung mempersilahkan masuk, cukup luas ruangan tamu yang dimilikinya. Rumah khas pedesaan, selalu memiliki ruang tamu yang luas.

Perbicangan pun dimulai, pria tersebut memiliki nama lengkap H Abung Kabul Supriyatna, sudah 20 tahun menjadi pensiunan guru.

Rasanya cocok kalau disebut sesepuh Desa Ciherang. Diminta menceritakan Legenda Nyi Ratna Herang, beliau langsung bersemangat.

Usia tidak menjadi halangan bagi H Abung, daya ingatnya masih jitu. Sebuah buku tentang Nyi Ratna Herang menjadi awal perbicangan.

Menurutnya, Nyi Ratna Herang bukanlah seorang penari ronggeng, dia merupakan seorang putri raja yang selalu dipinggit.

Rasa penasaran penulis mulai mendapat jawaban. Permintaan Kesra Desa Ciherang yang meminta pelurusan sejarah rupanya ada benarnya.

Selama ini, orang-orang yang ingin menulis tentang Nyi Ratna Herang selalu datang kepada H Abung. Tetapi mereka lebih menyukai kisah yang telah telanjur beredar.

“Supaya lebih ramai mungkin,” sela H Abung.

H Abung tidak bisa berbuat banyak kepada para penulis atau pembuat konten tentang Nyi Ratna yang bertolak belakang dengan yang dia tahu.

“Saya tidak mau menanggung resikonya, pasti bakal ada akibatnya,” tutur H Abung.

Hal tersebut pernah menimpa sebuah kru televisi, ingin membuat liputan tetapi tidak mengindahkan saran H Abung. Akhirnya sebagian dari mereka kesurupan.

Lalu dari mana asalnya, bisa-bisanya sebuah legenda menjadi bertolak belakang dengan yang sebenarnya.

“Mereka (warga Ciherang) memberikan informasi yang tidak ada dasarnya,” ujarnya.

H Abung berani berbicara seperti itu, karena dirinya pernah memiliki buku tentang Nyi Ratna Herang. Sayang buku tersebut hilang, dipinjam temannya, hingga kini tidak kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.