Sikapnya Mencurigakan, Ternyata Sudah Meninggal Sehari Sebelumnya

oleh -1.580 views
pengalaman-mistis-terminal-Harjamukti
Terminal Harjamukti menjadi saksi Ujang bertemu dengan temannya yang sudah meninggal. Foto: Zais Muhtarom/Radar Cirebon

Pantura XFile – Ujang tidak menyangka kalau temannya yang diajak ngobrol sepanjang perjalanan, ternyata sudah meninggal sehari sebelumnya.

Pengalaman ngobrol dengan orang yang sudah meninggal sehari sebelumnya, menjadi pengalaman mistis Ujang yang tidak bisa dilupakan seumur hidupnya.

Namanya Ujang, dia merupakan warga salah satu Desa di Kecamatan Beber yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuningan.

Warga desa tersebut memiliki tradisi, usai lulus sekolah menengah atas, keluar daerah untuk mencari peruntungan hidup.

Saat itu, bolak balik Jakarta sudah menjadi perjalanan rutin bagi Ujang dalam mengurus bisnisnya.

Hingga suatu ketika, urusan di Jakarta selesai, Ujang berniat pulang ke kampung halamannya menggunakan bus yang memiliki ciri khas warna hijau.

Baca Juga!

Dusun Pugag di Kabupaten Kuningan, Satu Keturunan, Dua Keyakinan

Pengalaman Mistis Kader Partai Demokrat, Nyaris Celaka di Rumah Berhantu

Dalam perjalanan, Ujang tidak memiliki pirasat apa pun, duduk santai sambil menikmati pemandangan yang dilewati bus selama perjalanan.

Menjelang magrib, bus sampai di Terminal Harjamuti Kota Cirebon, penumpang dengan tujuan Cirebon segera turun untuk berganti kendaraan.

Penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke Kuningan tidak beranjak dari tempat duduk, mereka tetap di bus sambil mengamati penumpang yang baru naik.

“Kalau sudah lewat magrib, orang yang menuju arah Kuningan lebih memilih naik bus, meski elf jurusan Kuningan juga ada,” ujar Ujang mengenang waktu itu.

Pada saat penumpang dari Terminal Harjamukti yang jurusan Kuningan naik, Ujang dikagetkan dengan wajah yang tidak asing bagi dirinya.

Orang tersebut merupakan teman di kampung halamannya, yang juga ikut naik bersama rombongan penumpang lain.

“Saat itu saya sampai bangun dari tempat duduk untuk manggil namanya,” kata Ujang.

Tetapi teman yang dipanggil, tidak seketika merespon teriakan Ujang, temannya memilih duduk di deretan kursi paling belakang.

“Waktu itu saya tidak curiga yang macam-macam,” kilah Ujang.

Merasa yakin bahwa yang dipanggil merupakan teman di kampungnya, Ujang pindah kursi untuk bisa duduk di sampingnya.

“Saya ajak ngobrol nyambung, tapi saya perhatikan mukanya seperti beda,” ujar pria yang juga seorang kontraktor bangunan ini.

Ujang yang merasakan perbedaan di raut muka temannya tersebut, tidak berusaha mencari jawaban dengan menanyakan langsung kepada temannya itu.

Dirinya beranggapan, mungkin temannya sedang mengalami masalah yang tidak mau diceritakan kepada dirinya.

Baca Juga!

Muncul Aliran Sesat Baru di Cianjur, Rambut Dicat Merah, Salat Cukup Niat

Tradisi Rampokan Macan Berperan dalam Kepunahan Harimau Jawa

“Untuk menghilangkan rasa kikuk, saya tawarin dia rokok, tetapi dia tidak mau,” tambah Ujang.

Saat itulah Ujang merasa heran, dirinya tahu persis kalau temannya tersebut memiliki kegemaran yang sama, yakni menghisap rokok, mereknya pun sama.

Bahkan, temannya yang harus melewati rumah Ujang ketika mau berangkat kerja sebagai kondektur elf, rokok tersebut sering terselip di bibir temannya itu.

Tawaran rokok yang ditolak ditambah sikap temannya yang dari tadi berbeda, membuat Ujang mulai menaruh kecurigaan.

“Waktu dia naik bus dia membawa kantung plastik, isinya apa saya tidak tahu tapi seperti bola, bundar,” papar Ujang menceritakan situasi waktu itu.

Perjalanan sekitar 20 menit dari Terminal Harjamukti Kota Cirebon menuju rumahnya, dirasakan Ujang jadi semakin lama.

“Saya jadi serba salah, seperti orang yang tidak kenal,” ketusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.