Sepasang Pengantin Dijadikan Tumbal, Jembatan Cirahong Jadi Tempat ‘Favorit’ Orang Mengakhiri Hidup

oleh -24.963 views
jembatan-cirahong
Bagian bawah Jembatan Cirahong yang dipergunakan untuk perlintasan kendaraan roda dua atau empat. Foto: Radar Tasikmalaya

Cerita lain diutarakan Amir, sesepuh desa setempat yang sering menyaksikan hal-hal yang berkaitan dengan keberadaan Jembatan Cirahong.

Menurutnya, pada awal pembangunan jembatan tidak ada tumbal, tetapi ketika dilakukan perbaikan, baru penunggu jembatan meminta tumbal.

Selain itu, di jembatan yang panjangnya 202 meter tersebut, menjadi tempat ‘favorit’ untuk bunuh diri dengan cara loncat dari jembatan ke Sungai Citanduy.

“Seingat saya ada sembilan orang yang bunuh diri di jembatan itu,” ujar Amir seperti dikutip dari Kanal YouTube Ganjil Misteri.

Amir menduga, orang-orang yang melakukan bunuh diri di jembatan tersebut adalah orang-orang luar yang dipilih sebagai tumbal penunggu jembatan.

“Jadi sekarang bukan minta, tetapi tumbalnya datang sendiri seperti panggilan gaib,” katanya.

Selain itu, tambah Amir, bagi orang-orang luar yang akan melintas ke jembatan tersebut diminta untuk membunyikan klakson atau ada ucapan permisi di dalam hati.

Karena menurutnya, penghuni Jembatan Cirahong tidak akan mengganggu kepada warga yang ada di sekitar jembatan, yakni Desa Margaluyu dan Desa Cilangkap.

Hal tersebut pernah menimpa kepada seorang guru dari desa lain yang melintas jembatan tanpa membunyikan klakson atau permisi di dalam hati.

“Pas sampai rumah, guru tersebut kesurupan penghuni jembatan,” tutur Amir.

Dari berbagai cerita mistis yang menghiasi kekokohan Jembatan Cirahong, awal pembuatannya merupakan kabutuhan untuk distribusi perdagangan di jalur Selatan pada waktu itu.

“Wilayah selatan banyak terdapat komoditi seperti kopi dan teh,” ujar Asep Kambali seorang sejarawan.

Maka tidak heran, tambah Asep, jika pembangunan sebuah jembatan di wilayah Selatan sangat diperlukan, mengingat kebutuhan perlintasan perdagangan yang sangat menjanjikan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.