Sepasang Pengantin Dijadikan Tumbal, Jembatan Cirahong Jadi Tempat ‘Favorit’ Orang Mengakhiri Hidup

oleh -24.960 views
jembatan-cirahong
Bagian bawah Jembatan Cirahong yang dipergunakan untuk perlintasan kendaraan roda dua atau empat. Foto: Radar Tasikmalaya

Pantura XFile – Jembatan Cirahong merupakan jembatan penghubung yang berada di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.

Jembatan yang dibangun sejak Pemerintahan Hindia Belanda ini, sudah berumur satu abad lebih, sampai sekarang masih tetap berfungsi dengan baik.

Jembatan Cirahong memiliki fungsi ganda, bagian atas untuk perlintasan kereta api, dan yang bawah untuk lalu lintas kendaraan hingga pejalan kaki.

Konstruksi besi baja yang sangat rapat, diperuntukkan agar jembatan mampu menopang bobot kendaraan dan kereta api jika di saat bersamaan melintas.

Menurut cerita, proses pembuatan Jembatan Cirahong tidaklah mudah. Hal tersebut dikarenakan, di lokasi pembangunan bermukim sepasang siluman ular.

Siluman ular yang mendiami Sungai Citanduy merasa terganggu dengan pembuatan jembatan tersebut tanpa ada izin kepada mereka.

Untuk memuluskan pembangunan, Pemerintah Hindia Belanda mengutus sesepuh setempat untuk mencari tahu apa yang menjadi permintaan siluman ular tadi.

Baca Juga!

Ada Rel di Dasar Air, Kerbau Ditelan Bulat-bulat Penunggu Waduk Darma

Arwah Gentayangan Menjelma jadi Setan Budeg, Kesadaran Orang Bakal Hilang di Perlintasan Kereta Api

Dari hasil mediasi antara sesepuh dengan siluman ular, disepakati pembangunan jembatan bisa berlanjut, tetapi siluman ular meminta satu syarat.

Syarat yang diminta adalah sepasang pengantin baru yang berparas cantik dan tampan dengan status masih perawan dan bujang untuk dijadikan anak angkat siluman.

Permintaan tersebut disanggupi pihak Pemerintah Hindia Belanda, yang kebetulan tersiar kabar, salah satu pekerja jembatan ada yang akan melangsungkan pernikahan.

Rencana jahat kemudian diatur oleh Hindia Belanda. Para centeng dipersiapkan untuk menculik pasangan yang baru melangsungkan akad nikah tersebut.

Usai akad, pasangan pengantin tersebut kemudian dijemput dengan dalih akan diberi hadiah pernikahan oleh pemimpin proyek.

Pasangan pengantin lalu dibawa ke lokasi pengecoran pondasi jembatan di tengah sungai. Selanjutnya dalam posisi terikat, pasangan pengantin dimasukkan dalam lubang pondasi.

Tragis untuk pasangan pengantin tersebut, mereka ditumbalkan untuk pembangunan Jembatan Cirahong. Jasad mereka terkubur dalam adonan semen pondasi.

Menurut cerita, sukma pasangan pengantin itu mendiami pondasi bagian tengah jembatan. Sedangkan pasangan siluman ular mendiami pondasi samping kanan dan kiri Jembatan Cirahong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.