Sejarah Berdirinya Israel, Ideologi Zeonis Seorang Jurnalis Menjadi Awal Pembentukan

oleh -6.068 views
israel-palestina-zeonis
Peta Israel. Istimewa

ISRAEL dianggap bukan negara. Agresi militernya ke Palestina hanya ingin memiliki sebuah negara. Lalu, bagaimana sejarah berdirinya Israel?

Pada awal abad Masehi, Romawi menduduki Judea. Setelah bangsa Yahudi memberontak dan gagal, Romawi menghancurkan kuil penyembahan dan mengusir sebagian besar penduduknya ke seluruh Eropa.

Di Eropa mereka disebut sebagai orang Yahudi karena menganut agama Judaisme.

“Berdasarkan kepercayaan bangsa Yahudi mesiah atau juru selamat akan datang dan mempersatukan mereka semua kembali ke Yerusalem, meski demikian seperti ajaran agama lain kepercayaan ini mulai ditantang dengan aliran-aliran filosofi baru yang berkembang pesat di Eropa, dan ini semua berasal dari tiga peristiwa besar,” seperti dikutip dari kanal Youtube Hipotesa.

Ketiga hal tersebut mengakibatkan dua hal, pertama, pemisahan agama dan kehidupan publik. Kedua, peperangan di Eropa semakin memantik perasaan nasionalisme.

Akibatnya, orang Yahudi di Eropa dipaksa untuk melupakan tradisi mereka, demi mengasimilasikan dirinya dengan masyarakat Eropa.

Baca Juga!

Tumbuh Subur di Kuburan, Bunga Kamboja Konon Memiliki Kekuatan Gaib

Terungkap, Legenda Nyi Ratna Herang Seorang Putri, Bukan Penari Ronggeng

Berkat asimilasi, orang Yahudi mulai melupakan ajarannya, bagi mereka Palestina sudah menjadi tempat yang buruk terbelakang dan berbahaya karena dikuasai oleh Kekaisaran Ottoman.

Meski diskriminasi masih kerap terjadi, Eropa Barat masih menjadi pilihan yang lebih baik, namun situasi berbeda terjadi di Eropa Timur.

Di Eropa Timur, di mana nilai-nilai liberalisme belum terasakan, diskriminasi terhadap Yahudi jauh lebih matikan.

Mereka dipaksa tinggal di daerah kumuh dan tidak diperbolehkan bepergian sesuka hati, bahkan tidak berhak mendapatkan pendidikan.

Sebagian besar dari mereka bahkan tidak bisa berbahasa lokal dan kerap menjadi target penyerangan bahkan pembantaian.

Bagi mereka, Palestina merupakan pilihan yang jauh lebih baik daripada tempat asal mereka.

Semenjak tahun 1880, ratusan orang Yahudi di Eropa Timur, memilih untuk berpindah tempat tinggal ke Palestina, Kekaisaran Ottoman.

Hanya saja, rencana untuk imigrasi masal ini, dilakukan tanpa perencanaan yang matang.

Banyak pendatang ke Palestina yang meninggal karena penyakit malaria, kelaparan, atau ditangkap oleh Pasukan Turki.

Sepertinya, harapan mengenai kembali ke kampung halaman mereka telah sirna.

Ideologi Seorang Jurnalis Bisa Dibaca di Halaman Berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.