Makam Nyi Mas Bode Bergeser Sendiri, Larangan Menikah dengan Masyarakat Desa Kaliwulu Terhapus

oleh -1.298 views
Makam-Buyut-Kaliwulu-Nyi-Mas-Bode
Makam Buyut Kaliwulu di lingkungan Masjid Syekh Abdul Rohman. Foto: Brd/Radar Cirebon

Pantura XFile – Desa Kaliwulu, Kecamatan Plered memiliki sejarah yang terikat dengan Desa Bode, Kecamatan Plumbon. Dahulu, ada larangan Masyarakat Desa Kaliwulu untuk menikah dengan Masyarakat Desa Bode.

Cerita yang beredar dimulai ketika Nyai Asih atau Nyi Mas Bode yang merupakan Warga Desa Bode menyimpan rasa cinta kepada Syekh Abdul Rohman.

Syekh Abdul Rohman adalah salah seorang yang berpengaruh dalam pembentukan Desa Kaliwulu. Beliau mempunyai banyak julukan, seperti Raden Kaliwulu, Buyut Kaliwulu, atau Cakra Untara.

Syekh Abdul Rohman atau Buyut Kaliwulu, yang waktu itu memiliki misi menyebarkan agama Islam tidak bisa membalas cintanya Nyi Mas Bode.

Baca Juga!

Mitos Putri Cantik Penunggu Setu Patok, Muncul Jika Pria Dalam Keadaan Wangi

Tragedi Kelam Eksekusi Santri, Menjadi Awal Terbentuknya Desa Japara

“Nyi Mas Bode itu orang sakti di desanya,” ujar Kadmino, seorang Ngabdi di Masjid Syekh Abdul Rohman.

Tidak mendapat balasan cinta dari Buyut Kaliwulu, Nyi Mas Bode dengan perasaan sedih kembali ke desanya.

Tetapi warga Desa Bode memberikan motivasi kepada Nyi Mas Bode untuk tidak menyerah dan mempergunakan kesaktiannya agar bisa mendekati Buyut Kaliwulu.

“Masyarakat Kaliwulu dulunya terkenal dengan kesenangannya terhadap binatang peliharaan,” tambah Kadmino.

Dengan kesaktian yang dimiliki Nyi Mas Bode, berubahlah wujudnya menjadi seekor kerbau supaya bisa mendekati Buyut Kaliwulu.

Ternyata usaha Nyi Mas Bode berhasil, dirinya yang sudah menjelma menjadi seekor kerbau bisa menarik perhatian Buyut Kaliwulu untuk merawatnya menjadi hewan kesayangan.

Dalam suatu waktu, Buyut Kaliwulu yang sangat menyayangi kerbaunya itu, membelai hewan kuat tersebut dengan penuh kasih sayang.

Mendapat belaian kasih sayang dari orang yang dicintai, wujud kerbau Nyi Mas Bode kembali ke wujud semula menjadi manusia.

Baca Juga!

Deddy Corbuzier Ungkap Asal Muasal Nama Dewa Kipas

Objek Wisata Paniis Bakal Ditutup? Pihak Pengelola Dianggap Menyakiti Warga Pribumi

Hingga akhir hayatnya Nyi Mas Bode tidak sampai menikah dengan Buyut Kaliwulu. Dan dimakamkan di Desa Kaliwulu.

Posisi makam Nyi Mas Bode dengan Buyut Kaliwulu yang berjauhan, ternyata membawa imbas kurang baik kepada kehidupan Warga Desa Bode dan Kaliwulu.

Jika ada pasangan yang menikah dari kedua desa tersebut, akan mengakibatkan hidupnya susah, sakit-sakitan, dan banyak halangan lainnya.

Menurut cerita, makam Nyi Mas Bode berada di luar pagar Masjid Kaliwulu, sedangkan makam Buyut Kaliwulu berada di dalam pagar masjid.

Seiring berjalannya waktu, makam Nyi Mas Bode yang berada di luar batas pagar masjid sedikit demi sedikit bergeser mendekati makam Buyut Kaliwulu yang berada di dalam batas pagar masjid.

Hal ini dibuktikan oleh beberapa saksi hidup bergesernya makam Nyi Mas Bode, yang melihat langsung berubahnya letak makam Nyai Asih hingga mampu menerobos pagar masjid untuk dapat berdampingan dengan makam Raden Kaliwulu.

“Hal ini melambangkan, betapa kuatnya keinginan Nyi Mas Bode untuk berdampingan dengan Buyut Kaliwulu,” ujar Masari, Juru Kunci Masjid Syekh Abdul Rohman.

Berpindahnya makam Nyi Mas Bode sehingga bisa berdampingan dengan Makam Buyut Kaliwulu, menjadi pertanda tidak ada lagi larangan bagi warga Desa Kaliwulu dan Desa Bode untuk menjalin rumah tangga hidup berdampingan. (brd)

One thought on “Makam Nyi Mas Bode Bergeser Sendiri, Larangan Menikah dengan Masyarakat Desa Kaliwulu Terhapus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *