Penghuni Gedung DPRD Kabupaten Cirebon Resah

oleh -32 views
anggota-dprd-kabupaten-cirebon-terinfeksi-virus

CIREBON – Salah satu anggota DPRD Kabupaten Cirebon terkonfirmasi Covid-19. Tetapi aktivitas di DPRD masih seperti biasa. Terakhir, pengawai sekretariat DPRD pun ikut terkonfirmasi.

Sayangnya, belum ada keputusan tegas dari pihak sekretariat. Apakah gedung DPRD di-lockdown atau tidak. Kondisi ini membuat resah pegawai di lingkungan DPRD.

Padahal, informasi di gedung DPRD, hasil swab beberapa anggota dan sekretariat DPRD, muncul lagi lima orang yang dinyatakan positif.
Faktanya lainnya, gedung DPRD disemprot cairan disinfektan.

Baca Juga:

Urban Legend Jl Karanggetas Kota Cirebon

Tidak Tahan Guyuran Hujan, Sisi Gapura Selamat Datang Sumber Ambrol

Semua pegawai masih tetap berada di lingkungan gedung. Mereka hanya berkumpul di halaman parkir depan dan belakang gedung dewan.

Meski demikian, pintu masuk DPRD pun dijaga ketat. Tak boleh ada tamu yang masuk. Yang diperbolehkan hanya orang-orang tertentu.

“Bikin was-was saja. Ini sekwan gak jelas. Gak ada keputusan. Kantor DPRD dilockdown atau tidak,” kata salah satu ASN saat berbincang di warung kecil DPRD, kemarin (10/12).

Sementara itu, salah seorang anggota DPRD yang enggan disebutkan namanya menuturkan, berdasarkan informasi ada lima orang lagi yang positif dari hasil swab kemarin. Harusnya, data itu sudah muncul.

Dan kegiatan DPRD harusnya lockdown. “Tapi kalau saya yang bicara nanti disangka provokasi,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris DPRD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin mengaku tidak bisa mengambil keputusan apa- apa, berkaitan apakah DPRD di-lockdown atau tidak.

Alasannya, kegiatan dewan sudah diatur dan harus terlaksana sesuai jadwal. “Saya masih menunggu keputusan ketua DPRD, karena saya bukan pengambil keputusan,” tuturnya,

Ia membenarkan bahwa ada yang positif Covid-19 dari hasil swab anggota dewan dan pegawai di DPRD Kabupaten Cirebon.

Namun mantan camat Greged itu enggan menyebutkan siapa yang positif. Meski demikian, Ikin mengaku, untuk antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19, pihaknya sudah menyarankan kepada yang terkonfirmasi positif  mengikuti saran dokter dan melakukan work from home (WFH).

“Saya sarankan berdasarkan hasil swabnya yang positif agar melakukan WHF/WFA, mengikuti saran dokter atau tim medis dan atau isolasi mandiri,” kata Ikin.

Selain itu, seluruh ruangan yang ada di gedung DPRD Kabupaten Cirebon dilakukan penyemprotan disinfektan. Bahkan, beberapa mobil dinas yang terparkir juga tak luput dari penyemprotan.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Mohamad Luthfi MSi tak kunjung memberikan jawaban. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.