Paus Terdampar di Bungko Lor Akhirnya Mati, Ahli: Merupakan Pesan Tersendiri Untuk Manusia

oleh -655 views
Paus-Terdampar
Paus Bungkuk yang terdampar di Laut Bungko Lor akhirnya mati. Foto: Istimewa

Pantura XFile – Sekor paus terdampar di perairan Laut Bungko Lor Cirebon. Sayang, hewan mamalia tersebut mati setelah upaya evakuasi BPBD Kabupaten Cirebon dibantu nelayan.

Paus bungkuk yang terdampar di sekitar perairan Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, diketahui Sabtu (10/4/2021) pagi.

Bobot hewan berukuran 15 meter tersebut diperkirakan mencapai 3 ton lebih, dan dibutuhkan peralatan berat untuk proses evakuasi.

“Saat ini masih ada di lokasi dalam keadaan mati,” ujar Akmadi, Kasi Pembangunan Desa Bungko Lor lewat saluran telepon.

Adanya paus yang mati terdampar di Desa Bungko Lor disikapi warga sekitar dengan pertanda positif.

“Masyarakat berharap, semoga bukan pertanda apa-apa,” harap Akmadi.

Kejadian yang baru pertama kali terjadi di Desa Bungko Lor ini, disikapi nelayan dengan harapan mereka dijauhkan dari segala bahaya dan bencana.

“Semoga bukan pertanda apa-apa,” tegas Akmadi.

Baca Juga!

Ada Rel di Dasar Air, Kerbau Ditelan Bulat-bulat Penunggu Waduk Darma

Lautan yang Begitu Luas Masih bisa Terjadi Tabrakan? Ternyata Ini Penyebabnya

Dikutip dari laman bbc.com, terdamparnya paus merupakan sebuah pesan tersendiri untuk manusia.

“Kejadian terdampar itu selalu ada pesan tersendiri untuk manusia. Selama ini minim dilakukan penyelidikan mendalam,” kata Dwi Suprapti, Marine Species Conservation Coordinator, WWF Indonesia.

Dwi saat itu, ikut memantau dan memastikan proses evakuasi paus yang terdampar di Pantai Ujong Kareung, Aceh Besar.

Empat dari 10 paus yang terdampar di Aceh gagal diselamatkan. Ia menduga, terdamparnya sekelompok paus sperma di Aceh merupakan akibat dari “gempa di daratan.”

Dwi Suprapti, yang juga merupakan dokter hewan mengatakan banyak penyebab lain paus yang terdampar, dan pesan yang dimaksud adalah cara manusia melakukan proses evakuasi hewan mamalia tersebut.

“Termasuk karena tertabrak kapal, sakit, pencemaran, tersasar, sonar, dan gempa,” ujarnya.

Dwi mencatat dua hal penting terkait penyelamatan paus yang terdampar, yaitu menjaga agar tidak stres dan menjaga posisi.

Memastikan Agar Tidak Stres
Berapa lama paus dapat bertahan saat terdampar tergantung pada kondisi mamalia ini.

“Dalam ilmu medik adalah agar management stres dijaga. Dalam kondisi tak nyaman bisa mempercepat faktor kematian,” kata Dwi.

Ia mengatakan banyaknya pihak yang terlibat dan tanpa komando yang jelas juga dapat menyebabkan hewan ini stres.

Saat menarik hewan ini ke lautan lepas juga tidak disarankan memakai tali dan jaring yang langsung diikat ke tubuh paus.

“Sediakan alat berupa jaring yang dilapis terpal, karena kalau hanya jaring bisa melukai tubuhnya,” terangnya.

Posisi Stabil dan Lubang Nafas Terjaga
Paus yang terdampar dapat menyebabkan hewan ini sulit bergerak dan lubang nafas tertutup pasir dan air laut.

“Kalau posisi tak stabil, bisa tersedak akibat air atau pasir masuk ke lubang nafas dan paru-paru,” kata Dwi.

Penting juga untuk menambahkan posisi ideal adalah untuk berada di tempat yang lebih dalam agar bagian sirip tak tertekan.

“Bila sirip yang melengkung ke bawah tertekan (badan besar di pasir) bisa berpotensi patah, jadi perlu digali agar tak tertekan pasir,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.