Majalengka-Surabaya Ditempuh dalam Hitungan Menit, Benarkah Bus Hantu Itu Ada?

oleh -185 views
Bus-Hantu
Ilustrasi Bus Malam.

Pantura XFile – Perjalanan jauh menggunakan bus, normalnya ditempuh dalam hitungan jam. Tapi bagaimana jadinya jika sampai dalam hitungan menit? Apakah itu yang dinamakan bus hantu?

Rifan, seorang mahasiswa Unair Surabaya angkatan 1994 hendak pulang ke Surabaya dengan naik bus usai menghadiri sebuah acara di Probolinggo.

Di pinggir jalan, Rifan menunggu bus yang akan ke Surabaya, waktu menunjukan pukul 21.05, bus yang ditunggu akhirnya melintas.

Tanpa pikir panjang, Rifan naik bus dan bersandar di tempat duduk karena kelelahan menunggu bus dan acara yang baru saja selesai.

Seperti biasa, dia ditarik karcis oleh kondektur, setelah itu tersandar lagi antara tidur dan terjaga. Bus menderu-deru kencang menuju Surabaya.

Baca Juga!

Nama Bukit Sanghyang Dora Berawal dari Seorang Sanghyang Pembohong

Sepasang Pengantin Dijadikan Tumbal, Jembatan Cirahong Jadi Tempat ‘Favorit’ Orang Mengakhiri Hidup

Waktu naik bus dia melihat banyak orang, tetapi tidak ada yang bicara, hanya suara mesin dan sesekali klakson berbunyi.

Rifan juga sempat melihat cairan mengalir di lantai bus, tapi karena gelap dia tidak tahu cairan apa yang berbau amis itu.

Karena terlalu lelah, Rifan tertidur dengan kondisi bus masih berjalan cukup kencang untuk membawa ke Surabaya.

”Surabaya terakhir, Terminal Bungurasih,” kondektur berteriak-teriak.

Rifan siap-siap turun, penumpang yang lain juga bergegas, tetapi Rifan melihat keanehan dengan suasana terminal yang masih hilir mudik penumpang.

Dirinya berpikiran dalam perjalanan dari Probolinggo tadi sampai Terminal Bungurasih akan memakan waktu sekitar 3 jam.

”Lho kok baru pukul 21.07,” kata Rifan.

Rifan sempat mengira jam tangan yang digunakannya mati. Lalu dia pergi ke tempat yang lebih terang, untuk memastikan jam tangannya.

Di bawah lampu yang lebih terang, jarum jam tangannya masih berfungsi dengan baik, dan cocok dengan jam yang menempel di salah satu tembok.

Rifan mencoba mengingat-ingat saat dirinya naik bus dari probolinggo tadi. Naik sekitar 21.05 dan sampai di Terminal Bungurasih 21.07.

“Jadi saya naik bus cuma 2 menit,” ujarnya.

Untuk menghilangkan rasa penasaran, Rifan pergi ke ruang tunggu yang terdapat jam besar, benar saja di sana menunjukan pukul 21.09.

Rifan terengah-engah, antara percaya dan tidak. Karcis yang dia terima saat naik bus dilihat lagi. PO Sejahtera, lengkap dengan nama-nama daerah yang jadi rute.

Rifan lalu mencari-cari bus yang dia tumpangi, dia mencoba berputar-putar di terminal yang ramai itu. Tak ada satu pun bus yang bernama Sejahtera.

Lalu Rifan memutuskan untuk bertanya kepada salah satu kernet yang sedang makan di salah satu rumah makan di kawasan terminal.

Kernek dengan wajah berewok yang ditanya Rifan malah bergeser tempat duduknya ketika diajukan pertanyaan.

Baca Juga!

Jangan Asal Sweeping Rumah Makan, Dengar Dulu Penjelasan Buya Yahya

Bosan Takjil Itu-Itu Saja, Cobain Torakor, Tomat Rasa Korma dari Brebes

”Iya, memang pernah ada Bus Sejahtera jurusan Banyuwangi-Surabaya, tapi sudah sejak lima tahun lalu tidak ada lagi,” ujar kernet tersebut.

Jawaban kernet membuat Rifan kaget, bulu kunduknya mulai merinding dan pikirannya mulai terbawa ke dunia yang aneh.

”Iya Mas, pemilik bus ini menjual semua busnya setelah kejadian nahas 5 tahun lalu,” tambah si kernet.

Ternyata Bus Sejahtera yang ditumpangi Rifan adalah bus yang masuk jurang di wilayah Jember, seluruh penumpangnya tewas berikut sopir dan kernetnya.

”Banyak orang yang mengaku pernah naik bus itu ke terminal ini. Mereka menempuh perjalanan yang sangat cepat seperti sampeyan,” terang kenek itu.

Menurut kernet, ketidaksadaran Rifan membuatnya bisa sampai ke terminal dengan cepat dan selamat.

“Kalau sadar, ada yang diturunkan di sembarang tempat, bahkan di kuburan juga pernah,” tutur kernet.

”Orang menyebut bus itu sebagai bus hantu,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *