Misteri Situs Batu Tulis di Ciawijapura

oleh -149 views
Situs-Batu-Tulis-Ciawijapura
Kuwu Desa Ciawijapura, Saefudin. foto: brd/radar cirebon

Pantura XFile – Situs Batu Tulis di Desa Ciawijapura, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon memiliki fenomena alam yang unik.

Kami, tim Asal Gowes Cirebon Katon berkesempatan mengunjungi situs yang berada di tengah persawahan tersebut dengan cucuran keringat.

Memang tidak mudah, tenaga kami sudah sedikit terkuras ketika kami memulai perjalanan dari Graha Pena Radar Cirebon menuju Desa Ciawijapura.

Selain tenaga, butuh nyali besar untuk melewati jalanan pantura yang penuh dengan iring-iringan kendaraan berat.

Klakson mobil mereka lebih mirip suara terompet perang di film-film kolosal, menasbihkan diri kalau jalan milik mereka.

Perjalanan bersepeda di jalur pantura berhasil dilalui dengan aman, tetapi tantangan belum berakhir.

Baca Juga!

Gegabah di Situs Buyut Salam, Bakal Ada Penampakan

Selain mengatur nafas dan tenaga, selanjutnya, kami diajak mengontrol emosi.

Maklum, rombongan kami mulai memasuki kawasan Cipeujeuh yang lalu lintasnya seperti sengaja menyambut kami.

Parkir kendaraan hampir memakan badan jalan, orang nyebrang sembarangan, kendaraan putar arah seenaknya hampir memancing emosi kami.

Tetapi sekali lagi, kami berhasil melalui tantangan kedua dengan selamat meski tenaga mulai terkuras.

Berhasil melewati semrawutnya lalu lintas di Pasar Cipeujeuh, seperti kemenangan besar buat kami, padahal itu belum apa-apa.

Tantangan kami yang sebenarnya adalah jalan yang mulai menanjak tiada henti sampai ke Desa Ciawijapura.

Anggota kami pun satu persatu mulai memperlihat wajah kelelahan ketika menyandarkan sepeda di pagar tembok halaman Desa Ciawijapura.

Berbincang sambil melepas lelah ditemani kacang tanah dan seduhan kopi hangat racikan Kuwu Ciawijapura Saefudin, membuat aliran darah kami kembali normal.

Paparan kuwu tentang perkembagan desa dan segala bentuk kegiatan yang sedang dilakukan bersama perangkat desa, berhasil menghapus rasa lelah kami.

Kami pun terlibat berbincangan lebih dalam dengan kuwu sekitar potensi desa. Satu piring kacang tanah pun mulai berganti tinggal kulitnya.

Ketika sajian makanan alam mulai berganti ke singkong rebus, keluar ucapan dari kuwu kalau di desanya ada sebuah situs berisi peninggalan dinasti China.

“Jaraknya sekitar satu kilo meter dari balai desa,” ujar pria yang suka menghisap rokok kretek ini, Sabtu (9/1/2021).

Tenaga kami tiba-tiba muncul kembali, ajakan kuwu ke situs yang orang sekitar menyebutnya Situs Batu Tulis, kami sanggupi.

Untuk menuju situs, kami harus melalui jalanan naik turun, kadang berbelok tajam dan melewati kebun warga hingga hutan desa yang hanya bisa dilalui satu mobil.

Hembusan udara bercampur bau khas pesawahan dengan sorotan mentari yang mulai menyengat, tidak menyurutkan semangat kami menuju Situs Batu Tulis.

Satu persatu anggota berhasil sampai. Lokasinya masih alami. Sebuah bukit yang didominasi batu menyimpan sebuah misteri.

Sejak kapan batu tulis itu ada? pertanyaan itu yang keluar dari salah satu anggota kami.

“Kalau sejarah awalnya tidak begitu memahami, cuma adanya batu tulis itu, si penemunya juga sudah meninggal,” Kuwu Saefudin mencoba menerangkan. “Yang akhirnya penelusurannya jadi tersendat,” tambahnya.

Keterangan kuwu yang kurang lengkap menambah rasa penasaran kami dengan kondisi situs yang kurang tertata.

“Tanahnya milik keluarga, jadi kami belum bisa mengambil tindakan, pemerintah pun belum bisa mengeluarkan biaya bantuan,” terang kuwu sebelum kami cecar dengan pertanyaan.

Rasa penasaran kami sedikit terobati, meski batu-batu yang bertuliskan China tersebut harusnya bisa dikelola, supaya lebih tertata.

Padahal Badan Purbakala Serang, Banten sudah mengakui keberadaan situs tersebut.

Saat ini, pihak pemdes Ciawijapura sedang berusaha mengurusnya. Atau mungkin kedatangan kami terlalu cepat. (brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.