Mahluk Gaib Ditambah Begal, Menghiasi Terowongan Tegalwangi

oleh -7.204 views
Mahluk-Gaib-Penunggu-Terowongan-Tegalwangi
Terowongan Tegalwangi banyak menyimpan cerita. Foto: Brd/Radar Cirebon

Pantura XFile – Melintasi terowongan Tegalwangi, jadi teringat dengan kejadian yang menimpa salahsatu rekan penulis yang bernama Mulyanto.

Waktu itu, malam sudah mendekati pergantian hari, Mul biasa dipanggil, melewati terowongan tersebut menuju rumahnya di Desa Klangenan.

Rupanya Mul yang menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Vixion sudah diikuti begal. Dan di bawah terowongan itu Mul mengalami pembegalan.

‘Gua’ yang dibuat akibat adanya jalan tol ini, terletak di Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

Tetapi sekarang, terowongan yang bisa tembus ke Megu Cilik atau Perumahan Griya Damai Lestari ini, sudah terbilang aman.

“Dulu orang-orang ngak berani lewat terowongan itu kalau sudah sore,” ujar Nunung warga Tegalwangi, Rabu (10/2/2021).

Nunung yang buka usaha warung di sekitar terowongan, sudah sering mendengar aksi kejahatan di lokasi tersebut.

“Orang Tegalwangi pernah dibegal dan diambil motornya, padahal masih sore sekitar jam 8 malam,” katanya.

Baca Juga!

Misteri Dua Buah Makam di Jembatan Horor

Nunung yang waktu itu sedang melayani pembeli, seperti ingin menambahkan cerita lain tentang keberadaan terowongan tersebut.

“Orang-orang bilang di situ banyak penunggunya,” ujar Nunung.

Keberadaan makam yang ada di sebelah Selatan terowongan, rupanya menjadi tambahan penghuni, selain orang-orang jahat.

“Dulu di situ beberapa kali dipasang penerangan, tetapi tidak bertahan lama mati lagi,” katanya. “Penunggunya ngak mau dikasih lampu mungkin,” tambah Nunung sambil tertawa.

Lebih rinci, perempuan yang berusia 25 tahun ini menjelaskan tentang mahluk kasat mata yang sering menjadi perbincangan.

Menurutnya, hanya orang-orang luar daerah saja yang bisa mengalami kejadian tersebut.

“Kalau ngak suara tangisan perempuan, pocong dan kuda sering mengganggu orang yang lewat situ,” terangnya.

Lokasi pemakaman dengan terowongan yang jaraknya dipisahkan oleh jalan kecil ini, rupanya berdampak bagi lokasi tersebut.

Baca Juga!

Tidak Disangka, Benda Ini Bisa Menangkal Santet

“Kalau katil (pusara) berbunyi dan gerak sendiri, biasanya ada yang mau meninggal,” ujar Ali warga Perumahan Griya Damai Lestari.

Ali yang sehari-harinya mengerjakan sablon di rumahnya ini, menyarankan kalau suasana hati tidak nyaman jangan lewat jalan di sekitar itu.

Menurutnya, jika memaksakan diri lewat jalan tersebut dalam kondisi perasaan tidak tenang akan ada akibatnya.

“Kalau perasaan saya sudah tidak enak, saya mending lewat jalan alternatif,” katanya. Karena kalau memaksa akan ada mahluk gaib yang mengikuti, tambah Ali.

Cerita Ali tentang keberadaan mahluk gaib yang bermukim di lokasi tersebut, ternyata tidak jauh beda dengan yang diceritakan oleh Nunung.

Siluman kuda, pocong dan tangisan perempuan menjadi bahan obrolan warga jika sedang berkumpul.

“Teman saya bertiga naik motor lewat jalan tersebut, dan mendengar suara kuda, padahal situasi sudah malam dan di situ tidak ada kandang kuda,” Ali menambahkan.

Untuk melewati jalan penghubung di bawah tanah ini, memang dibutuhkan nyali dan keberuntungan jika di malam hari.

Lokasi yang sepi dan kurangnya lampu penerangan di bawah terowongan, menjadi lokasi yang pas untuk mahluk gaib dan orang-orang yang berniat jahat. (brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *