Kuda Perang Si Windu Milik Panglima Perang Kuningan Dikubur di Wilayah Beber?

oleh -967 views
Kuburan-Makam-Kuda-Si-Windu
Makam kuda di Desa Sindangkasih disinyalir kuburan kuda Si Windu. Foto: Brd/Radar Cirebon

Pantura XFile – Kuda perang Si Windu yang merupakan lambang Kabupaten Kuningan, merupakan kuda perang yang memiliki kekuatan yang luar biasa.

Kuda putih tunggangan Panglima Perang Ewangga ini bisa berlari sangat cepat dibanding kuda biasa lainnya.

Dilansir dari Facebook Gunung Ciremai, Windu merupakan kuda pemberian dari Sunan Gunung Jati di abad ke-15 kepada Ewangga atas kepiawaiannya dalam strategi perang.

Ewangga sendiri dikenal sebagai ahli militer yang jago dalam strategi perang dari Kuningan yang saat itu dipimpin oleh Arya Kamuning.

Konon, kuda putih tersebut merupakan hasil perkawinan antara kuda Sumba dengan kuda milik Hadiwijaya atau Jaka Tingkir, Sultan Kerajaan Pajang.

Disebutkan, bila Ewangga berangkat subuh dari Cirebon menuju Kuningan, maka sudah tiba di tujuan sebelum matahari di atas kepala.

Berbeda dengan kuda lain yang mungkin bisa menghabiskan waktu seharian untuk menempuh rute yang sama.

Baca Juga!

Pertanda Minta Tumbal, Hati-Hati Mendekati Lokasi Ini

Sejarah Masjid Terbang, Berdiri Tanpa Batu Pondasi

Dikutip dari Buku Situs di Kabupaten Cirebon, Ewangga bersama pasukannya berperang melawan pasukan Raja Galuh yang dipimpin Pangeran Aria Kiban.

Perang tanding yang tidak menemui siapa pemenang dan mana yang kalah tersebut, akhirnya bubar dengan sendirinya.

Si Windu yang menjadi tunggangan Ewangga waktu perang tersebut, ditinggalkan dan diselamatkan oleh Adipati Kincir dengan para ponggawanya dibawa pulang ke Kuningan.

Dalam keadaan terluka karena habis perang, Adipati Kincir di tengah perjalanan berhenti di pedukuhan Sindangkasih.

Adipati Kincir menetap di pedukuhan tersebut sampai ajalnya tiba dan dimakamkan di Sindangkasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.