Jin Hulubalang Penjaga Pintu Gerbang Murka, Pintu Tertutup Sendiri

oleh -170 views
jin-hulubalang
Ilustrasi

Pantura XFile – Pernah mendengar jin hulubalang? Hulubalang adalah prajurit perang zaman kerajaan. Di era modern ini bisa dikatakan pasukan perang.

Kami tumbuh besar di lingkungan yang berdekatan dengan salah satu Keraton di Cirebon. Rumah kami persis di samping sebuah pasar yang sekarang sudah berubah.

Waktu itu, usia kami sekitar 10 tahun. Kami semua selalu memilih lingkungan keraton sebagai tempat kami bermain.

Maklum Cirebon terkenal dengan hawa hangatnya, membuat kami mencari tempat bermain yang banyak pohon dan rindang.

Dipilihlah keraton yang banyak pohon dan sejuk itu, kami bisa seharian menghabiskan waktu bermain di sana.

Dulu, lingkungan keraton masih bisa digunakan untuk bermain anak-anak dari luar keraton. Dan siapa saja boleh masuk asalkan menjaga etika.

Kami yang waktu itu lagi masa-masanya bermain, selalu menghabiskan waktu di sana.

Baca Juga!

Bagaimana Rasanya Memiliki Tuyul?

Namanya anak-anak, kadang kami lupa etika dan kebablasan larut dalam serunya permainan.

Kejar-kejaran, petak umpet dan gobak sodor menjadi permainan favorit kami. Ditunjang halaman keraton yang luas menjadi alasan kami bermain di sana.

Jelang magrib, adalah waktu di mana anak-anak yang lain berkumpul. Mengaji adalah rutinitas kami setiap sore tiba.

Suatu ketika, kami bersama teman yang bernama Abdul Fatah memutuskan bermain kejar-kejaran di lingkungan keraton.

Seru sekali, hingga kami lupa kalau berada di lingkungan keraton etika harus dijaga.

Ketika kami kejar-kejaran melewati salah satu pintu di sana, teman kami yang lain berhasil melewati pintu tersebut.

Tetapi Abdul bernasib sial, ketika berlari akan melewati pintu tersebut, pintu seketika menutup.

Brakkk…Abdul menabrak pintu tersebut. Dalam pikirannya salah satu teman kami menutup pintu tersebut.

Abdul pun menggedor-gedor pintu tersebut agar dibuka, tetapi di balik pintu tidak ada yang menjawab dan pintu tersebut tidak mau terbuka.

Dengan kepala sedikit benjol, Abdul berjalan memutar ke luar area keraton menuju gang untuk kembali berkumpul dengan anak-anak lain.

“Ira sih maen tutup bae, kejedot kih (kamu sih menutup pintu segala, jadinya ketabrak nih),” ujar Abdul sambil memegang bagian kepalanya yang benjol.

Baca Juga!

Misteri Situs Batu Tulis di Ciawijapura

Teman-teman kami kompak menjawab tidak, karena memang tidak ada dari kami yang menutup pintu tersebut.

Mendengar perdebatan kami, salah seorang orang tua mencoba memberitahu kami kalau main di area keraton jangan berlebihan.

“Aja macem-macem, ning kono kuh ana jin hulubalang (Jangan macam-macam, di situ ada jin hulubalang),” ujarnya sambil menyuruh kami kembali ke mushala untuk mengaji.

Mendengar penjelasan orang tua, kami semua sempat ketakutan dan saling berbisik tentang mahluk gaib yang berada di sana.

Rasa takut kami lebih besar dari rasa penasaran, kami semua yang terlibat permainan kejar-kejaran mencoba untuk mencari jawaban.

Berjalanlah kami semua ke tempat pintu yang membuat kepala Abdul benjol. Tidak ada kunci grendel atau pun kunci lain di pintu tersebut.

Kami semua saling padang tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulut kami. Kami pun memutuskan kembali ke rumah masing.

Masih di lingkungan keraton, ada salah satu sumur yang memiliki tembok tinggi dan dengan sebuah timba kuno.

Kami semua melewatinya ketika memutuskan pulang usai memeriksa pintu yang menutup secara misterius itu.

Ketika kami lewat, terlihat timba sumur tersebut bergerak-gerak. Kami semua berfikir kalau teman kami dari keluarga keraton sedang ada di sumur itu.

Abdul yang tidak kapok terkena musibah, mengajak kami untuk menggodanya. Kami mengiyakan ajakan Abdul dan semua kompak naik ke tembok sumur tersebut.

Alangkah terkejutnya kami, tidak ada siapa-siapa di sumur tersebut. Satu persatu kami mengambil langkah seribu untuk menjauh dari sumur tersebut.

Berbagai cerita yang menghiasai kami waktu kecil, mungkin juga terjadi pada kita semua. Bahwa mahluk gaib juga memiliki keinginan untuk bermain. Tapi entahlah. (brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *