Gus Miftah Mengiyakan Foto Syekh Ali Jaber yang Beredar

oleh -14 views
kondisi-syekh-ali-jaber-di-rumah-sakit
Syekh Ali Jaber di rumah sakit. Foto: Instagram/yayasan.syekalijaber

Pantura XFile – Foto kondisi Syekh Ali Jaber tampak memprihatinkan, tak sadarkan diri dan menggunakan alat bantu pernapasan, heboh di media sosial.

Beredarnya foto Syekh Ali Jaber dalam kondisi kritis beberapa waktu lalu tersebut mengundang reaksi sejumlah pihak.

Salah satunya, ulama muda nyentrik, Gus Miftah. Diapun turut mendoakan agar pendakwah lemah lembuh itu segera diberikan kesembuhan.

Baca Juga:

Memiliki Kebiasaan Tidak Lazim, Ajum Akhirnya Tewas Tenggelam

Legenda Batu Babi di Tanjakan Beber

“Mohon doa terbaik untuk guru kita @syekh.alijaber, Allah angkat penyakitnya, dipanjangkan umurnya dalam ketaatan dan manfaat, alfatiha,” tulis Gus Miftah lewat unggahan Instagramnya, Senin (4/1/2021).

Gus Miftah pun mengakui, foto itu memang benar saat Syekh Ali Jaber dirawat di ICU. Namun, foto diambil tanpa izin pihak keluarga oleh seorang perawat.

“Bismillah, walhamdulillah. Terkait foto Syekh Ali Jaber beredar berantai, foto tersebut dari perawat RS yang melanggar etika/privacy pasien,” tegasnya.

Sahabat Deddy Corbuzier itu mengatakan kondisi Syekh Ali Jaber mulai membaik.

“Foto itu benar masih di ruang ICU, namun alhamdulillah kondisinya berangsur membaik sebagaimana keterangan berkala yang diterima pihak keluarga dari dokter dan tim medis resmi pihak RS,” jelasnya.

Kendati sempat menghebohkan, Gus Miftah memaknai positif beredarnya foto tersebut. Menurut dia, banyak orang yang mendoakan seperti yang diyakini pihak Syekh Ali Jaber yang disampaikan kepadanya.

“Hikmahnya, semakin banyak yg mendo’akan. Kami mengucapkan terimakasih (Wa dari asisten beliau),” ungkapnya.

Seperti diketahui, foto Syekh di ICU itu kali pertama muncul di Instagram Arie Untung. Namun, tidak lama, suami Fenita Arie itu menghapus unggahannya itu.

Penjelasan PPNI

Ketua Umum PPNI, Harif Fadillah menyebut, kini pihaknya tengah mengumpulkan data terkait kejadian yang sempat menghebohkan jagat maya beberapa waktu lalu itu.

“Iya kita lagi telusuri walaupun tidak ada laporan melalui berjenjang kita hanya punya 6 ribu komisariat,” ujar Harif dilansir detik.com, Selasa (5/1/2021).

Harif mengungkapkan, perawat mempunyai tiga norma kerja. Yakni, norma hukum, disiplin dan etika.

“Tinggal bagaimana perbuatannya ini harus diteliti apakah ada pelanggaran. Nah, kita tidak bisa mengatakan sekarang, karena harus ada penilaian oleh majelis kehormatan etika keperawatan, karena di situ ada ruang, waktu, dan peristiwa tersebut seperti apa,” paparnya.

Jika ada pelanggaran, lanjutnya, PPNI berhak melakukan pembinaan.

“Jikalau memang ada pelanggaran etika, maka perlu ada kewenangan organisasi profesi untuk melakukan pembinaan, pembinaan itu dalam bentuk ada juga pemberian sanksi,” ucapnya. (ttr/pojoksatu/dtc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.