Gunakan Alat Kelaminnya, Badugang Jaya Berhasil Membuat Sungai

oleh -766 views
sungai-cimanis-badugang-jaya
Aliran Sungai Cimanis yang memiliki banyak cerita. Foto: Tangkapan YouTube

Pantura XFile – Kisah Sangkuriang yang misinya digagalkan oleh Dayang Sumbi, ternyata terjadi juga di Wilayah Kuningan, tepatnya di Desa Timbang. Badugang Jaya nama kisah tersebut.

Sungai Cimanis di Kabupaten Kuningan yang melintasi beberapa wilayah Kabupaten Cirebon memiliki keterikatan dengan cerita Badugang Jaya ini.

Disebutkan, di aliran sungai inilah Badugang Jaya yang awalnya seorang pria, gentayangan menjadi buaya putih.

Pada jaman dahulu, di Desa Timbang, Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, terdapat sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Timbang Luhur.

Sang raja mempunyai seorang putri yang cantik jelita, bernama Putri Rundasih.

Suatu ketika, datanglah seorang pria bernama Badugang Jaya berniat melamar, namun ditolak secara halus oleh sang putri.

Sang putri beralasan dirinya belum siap untuk menjadi pendamping hidup, juga menurutnya masih banyak wanita lain yang lebih baik darinya.

Namun Badugang Jaya tetap bersikeras, hati yang sudah terpikat oleh kecantikan sang putri, memintanya untuk menerima lamaran.

Terus mendapat paksaan, akhirnya sang putri mengalah, dirinya mau menerima lamaran tetapi dengan satu syarat.

Badugang Jaya diminta untuk membuat sungai dari Dawuan Dalem yang tembus ke Keraton Timbang Luhur.

Pekerjaan tersebut harus selesai dalam satu malam sebelum terbit fajar, jika tidak mampu, berarti niat mempersunting dirinya gagal.

Dikutip dari dapursastra.org, permintaan Putri Rundasih disanggupi Badugang Jaya, pembuatan sungai yang akan menghubungkan Dawuan Dalem ke Keraton Timbang Luhur dimulai malam hari.

Menurut cerita, Badugang Jaya membuat sungai tidak mempergunakan peralatan, melainkan menggunakan alat kelaminnya.

Tidak disebutkan ilmu apa yang dimilikinya, selain ‘alatnya’ yang difungsikan untuk membuat sungai, air seninya juga dipergunakan untuk menggali.

Dengan kesaktian yang dimilikinya, pekerjaan yang menjadi syarat sang pujaan hati, akhirnya hampir selesai sebelum fajar tiba.

Baca Juga!

Umumnya Berkain Putih, Kuntilanak Biru Paling Ganas

Abaikan Izin Orang Tua, Berakhir Petaka di Gunung Ciremai

Sang putri terkejut, hati kecil yang tetap menolak menerima lamaran, berusaha mencari akal untuk mengagalkan usaha pria tersebut.

Akhirnya sang putri lari ke arah timur sambil membawa kain putih lalu dibentangkan, di belakang kain putih dipasangi obor, sehingga dari kejauhan terlihat seperti matahari sudah terbit.

Badugang Jaya yang sedang menyelesaikan pembuatan sungai, tidak menyadari apa yang sudah diperbuat sang putri.

Dirinya baru tersadar ketika sang putri menghampiri dan menyuruhnya untuk menoleh ke arah ufuk timur.

Dirinya terkejut, ternyata fajar sudah menyingsing, dan suara ayam berkokok saling bersahutan.

Tidak bisa menerima kegagalan, Badugang Jaya akhirnya berubah pandangan, yang tadinya berhasrat kepada sang putri, berbalik arah ingin menghabisinya.

Putri Rundasih akhirnya lari ke arah utara menyusuri Sungai Cimanis dan bersembunyi di sebuah gua di wilayah Desa Ciawi Gajah, Kabupaten Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.