Dusun Pugag di Kabupaten Kuningan, Satu Keturunan, Dua Keyakinan

oleh -579 views
blok-dusun-pugag
Gereja dan Masjid yang berada di Dusun Pugag. Foto: Tangkapan Layar YouTube

Pantura XFile – Sebuah pemukimam bernama Dusun Pugag di Kabupaten Kuningan memiliki keunikan. Mereka memiliki keyakinan yang berbeda meski masih dalam satu keturunan.

Berbeda keyakinan dalam satu desa mungkin sering dijumpai, tetapi bagaimana jika perbedaan tersebut dalam satu blok atau dusun.

Blok Pugag berada di Dusun Karangsari, Desa Kutawaringin, Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan.

Jarak dusun tersebut sekitar 2,5 km dari Desa Karangsari, dengan akses menuju dusun masih sangat terbatas, hanya bisa dilalui dengan jalan kaki atau roda dua.

Baca Juga!

Pengalaman Mistis Kader Partai Demokrat, Nyaris Celaka di Rumah Berhantu

Tumbuh Subur di Kuburan, Bunga Kamboja Konon Memiliki Kekuatan Gaib

Dusun tersebut memiliki keunikan, satu keturunan bisa berbeda keyakinan. Tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah. Mereka tetap hidup rukun tanpa memandang perbedaan keyakinan, karena mereka masih bersaudara, satu keturunan.

Jumlah keluarga yang berada di kaki Gunung Pugag tersebut berjumlah 21 kepala keluarga (KK). 17 KK memiliki keyakinan sebagai muslim dan 4 KK lagi sebagai Katolik.

“Dulu hampir separuhnya muslim,” ujar Fansiscus Amin, pengurus gereja Dusun Pugag.

Dirinya bersama keluarga yang lain, tidak memandang perbedaan keyakinan menjadi penghalang dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau ada pekerjaan di masjid, umat katolik juga ikut membantu, begitu sebaliknya,” ujarnya dikutip dari kanal YouTube D’Karyadis Channel.

Adanya dua keyakinan di Dusun Pugag, membuat dusun tersebut memiliki dua tempat ibadah, Masjid dan Gereja.

Lain halnya dengan pemakaman, mereka memiliki satu lokasi, hanya batu nisan yang menjadi pembeda.

Dusun yang berbatasan dengan Jawa Tengah dan Ciamis ini, masyarakatnya mengandalkan budidaya kopi dan kapulaga.

Mereka melakukan sistem campur sari dengan tanaman lain di lahan yang memiliki ciri khas perbukitan ini.

Hidup rukun yang diterapkan di Dusun Pugag menjadi cerminan, bahwa perbedaan keyakinan bukan menjadi batasan atarminoritas dan mayoritas. (brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.