Diisukan Memelihara Buto Ijo, Warung Sate di Cirebon Ini Akhirnya Tutup

oleh -25.634 views
warung-sate-tegal-sucimanah-Cirebon
Jalan Sucimanah Kota Cirebon. Foto: Brd/Radar Cirebon

Pantura XFile – Diisukan memelihara buto ijo, sebuah rumah makan di bilangan Jl Sucimanah, Kelurahan Jagasatru, Kota Cirebon akhirnya tutup.

Rumah makan dengan spesialis daging kambing yang menjadi menunya ini, memang terkenal ramai di tahun 2000-an.

Daging yang empuk dengan harga yang relatif terjangkau menjadi buruan para pecinta kuliner di Kota Cirebon waktu itu.

Jika sedang ramai, parkiran kendaraan di jalan bersimpang empat itu, terisi oleh para pecinta makanan yang bisa mengakibatkan tekanan darah seseorang naik.

“Satenya enak, dulu saya rombongan bersama teman-teman kerja suka makan di situ,” ujar Supri, warga Kelurahan Drajat kepada Pantura XFile, Jumat (12/2/2021).

Baca Juga!

Mahluk Gaib Ditambah Begal, Menghiasi Terowongan Tegalwangi

Supri menyayangkan isu yang bekembang seputar warung tersebut, sehingga pelanggan tidak lagi mengunjungi warung yang lokasinya pas di persimpangan jalan itu.

“Mungkin persaingan dagang, karena memang warungnya setiap hari ramai,” ujarnya.

Sejurus kemudian, pria yang gemar menghisap rokok filter ini, menceritakan isu yang menjadi penyebab warung makan itu tutup.

“Katanya dulu ada anak kecil yang melihat ada buto ijo sedang menjilati daging satenya,” cerita Supri.

Dirinya tidak bisa memastikan isu awal tersebut bermula, tetapi akhirnya banyak orang-orang jadi tahu cerita mahluk astral tersebut, yang mengakibatkan warung jadi sepi dan tutup sekitar tahun 2010.

Menurutnya Supri, warung yang diisukan memelihara buta hijau itu, berpengaruh kepada bangunan, karena hingga beberapa kali disewa orang, jualannya tidak bisa ramai.

“Setahu saya, setelah warung sate, beberapa kali disewa orang dengan jualan kuliner berbeda tetapi kurang laku,” paparnya. Lalu berganti orang dengan kuliner berbeda lagi, tetap saja tidak laku. “Kalau ngak salah, siomay, baso hingga es jus,” tandasnya.

Baca Juga!

Misteri Dua Buah Makam di Jembatan Horor

Pemilik warung sate berinisial H ini, memang bukan berasal dari Kota Cirebon, berjualan sate dengan jenis bumbu kecap dan irisan bawang merah menjadi ciri khasnya.

“Memang seperti itu cerita yang beredar om,” ujar pria yang bekerja sebagai pencuci motor di depan warung yang sudah berubah menjadi toko.

Menurut pria berperawakan gempal ini, warung tersebut tidak pernah mempekerjakan warga sekitar. “Pekerjanya selalu bawa dari kota asalnya,” ujar pria yang enggan menyebutkan namanya ini.

Untuk memastikan kabar yang sebenarnya, Pantura XFile menyambangi rumah ketua Rukun Tetangga (RT) Sucimanah.

“Saya tidak mau mengiyakan kabar tersebut, nanti dianggap menyebar fitnah,” kata ketua RT 01 yang bernama Nana.

Dirinya tidak memungkiri cerita tersebut, tetapi lebih memilih bersikap netral dengan memberikan pandangan lain.

“Kalau cerita itu, saya tidak bisa jawab, tetapi memang pemilik warung sepertinya terlilit utang,” terang Nana.

Dirinya sempat beberapa kali didatangi orang yang bermaksud menagih utang kepada pemilik warung yang sudah tutup tersebut.

Sudah menjadi kodrat manusia, terkadang ada yang tidak bisa menerima keberhasilan orang lain, berbagai cara dilakukan untuk menjatuhkan pihak yang bisa dianggap sebagai pesaing.

Cerita yang menimpa warung tersebut bisa jadi benar disebar oleh para pesaingnya, atau mungkin juga perkataan ketua RT yang lebih masuk akal. Entahlah. (brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.