Gegabah di Situs Buyut Salam, Bakal Ada Penampakan

oleh -264 views
situs-buyut-salam-sangkanerang
Salah satu batu di situs Buyut Salam. foto: brd/radar cirebon

Pantura XFile – Situs Buyut Salam yang terletak di Desa Desa Sangkanerang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan memiliki banyak cerita disamping kandungan sejarah yang patut untuk diketahui.

Berada di kaki Gunung Ciremai, Situs Buyut Salam menjadi destinasi wisata religi bagi orang-orang yang ingin mendapat keberkahan dalam hidup.

Banyak peziarah dari luar kota yang sengaja datang untuk mendapatkan keinginan mereka, bahkan ada yang sampai rela bermalam di situs tersebut.

Baca Juga!

Hiiiā€¦Tugu Perbatasan Cirebon-Kuningan Ternyata Angker Juga

Kuwu Desa Sangkanerang Sarman mengatakan, kebanyakan orang yang datang ke Situs Buyut Salam mempunyai keinginan seperti posisi dalam pekerjaan atau jabatan tertentu.

“Paling sering kalau musim pemilihan kuwu, banyak diantara mereka menyempatkan diri datang ke sini,” ujar Sarman didampingi juru kunci situs, Jumat (8/1/2021).

Ditambahkan sang juru kunci, jika bisa mengangkat salah satu batu jubleg (batu untuk menumbuk padi) yang ada di situs niatan mereka akan terkabul. “Dan itu sering terbukti,” tegas juru kunci.

Tapi jika mereka memiliki niatan yang aneh-aneh, jangan harap terkabul, yang ada malahan ada penampakan seekor macan.

“Meski tidak ada batasan, tetapi disini juga ada etika untuk berkunjung, jangan sampai didatangi macan,” kata juru kunci.

Udara sejuk khas pegunungan ditambah deretan pohon berusia ratusan tahun, menambah aura kesakralan situs tersebut semakin kuat.

“Dulu ada warga sini menebang pohon bambu di area situs, dengan maksud dirapihkan karena menjuntai ke kandang ayam miliknya, tetapi tidak lama, kandang ayam tadi terbakar habis, sampai sekarang tidak dipergunakan lagi,” cerita Sarman sambil menawarkan segelas minuman.

Jadi, tambah Sarman, jangan coba-coba menganggu pohon-pohon yang ada di area situs. “Kalau ada pohon di area situs ada yang tumbang itu bisa menjadi pertanda bagi warga kami,” tambah Sarman.

Sarman, Kuwu Desa Sangkanerang, Kec Jalaksana, Kab Kuningan. foto: brd/radar cirebon

Makanya di Desa Sangkanerang ada tradisi Ratib atau menolak bala jika terjadi musibah yang luar biasa.

“Usai salat magrib, sekitar seratus orang lebih akan mengumandangkan adzan secara serentak di setiap penjuru desa, dengan harapan kita terhindar dari musibah,” ujar Sarman.

Tradisi Ratib masih berlangsung hingga sekarang, terakhir dilakukan saat wabah virus covid-19 menjadi pandemi di Indonesia.

“Kita masih menjaganya dan itu turun temurun,” kata Sarman sambil menambahkan satu piring pisang ke meja tamu.

Situs Buyut Salam sendiri masih memiliki keterkaitan dengan Mbah Kuwu Sangkan yang ada di Cirebon, hal tersebut diperkuat dengan penamaan Desa Sangkanerang yang berasal dari kata Sangkan.

“Makanya banyak kuwu dari wilayah Cirebon datang berkunjung ke sini untuk berziarah,” kata Sarman.

Sedangkan penamaan Situs Buyut Salam sendiri berasal dari sebuah pohon salam yang pernah ada di lokasi tersebut.

Juru Kunci Situs Buyut Salam. foto: brd/radar cirebon

“Pohonnya sudah tidak ada, tetapi nama pohonnya dijadikan situs,” timpal juru kunci.

Untuk menuju ke Situs Buyut Salam, bisa melewati jalur Cirebon-Kuningan dan masuk dari Jalaksana satu arah ke Desa Sayana atau tempat wisata Sidomba.

Jalanan berkelok khas pegunungan dengan tanjakan panjang dan hamparan sawah, akan tergambar rasa kagum dengan keindahan dan luasnya alam. (brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.