Desa Pocong Hingga Munjul Kunti, Nama-Nama Unik Suatu Wilayah

oleh -168 views
Desa_pocong_nama_nama_Unik_Daerah
Tugu Batas Desa Pocong. Foto: Istimewa

Desa Siluman
Baru membaca nama desanya, pikiran sudah terbawa ke dunia fantasi dengan bumbu-bumbu misteri.

Penasaran bagaimana bisa daerah di Kabupaten Subang ini mendapatkan nama yang begitu aneh ini?

Jangan takut dulu, bawa nama desa tersebut tidak ada kaitannya dengan kisah-kisah manusia jadi-jadian atau segala hal yang berhubungan dengan mahluk astral.

Jadi Desa Siluman ini berada di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Desanya sendiri tercatat mulai berdiri sejak tahun 1908 M. Namanya diambil dari nama sebuah sungai yang mengalir di desa tersebut yaitu Cisiluman.

Pada masa penjajahan Belanda, sungai kecil ini sering digunakan untuk bersembunyi pejuang desa dalam melawan penjajah.

Untuk mengenang sejarah kemudian dijadikanlah nama sungai ini menjadi nama desa mereka yaitu Desa Siluman.

Desa Siluman terbagi menjadi 8 dusun dengan salah satu dusunnya juga memiliki nama unik yakni Dusun Siluman Girang.

Sebagian besar masyarakat yang tinggal di desa ini berprofesi sebagai petani dan beberapa lainnya memiliki usaha mebel.

Desa Kasmaran
Jatuh cinta kepada lain jenis, membuat hidup serba indah dan mabuk kepayang, jika itu terjadi pasti sedang kasmaran.

Bicara tentang kasmaran, ternyata sebuah desa di Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat memiliki nama Desa Kasmaran.

Menurut cerita, nama desa diambil dari peristiwa perebutan lahan antara Kerajaan Sumedang Larang dan Pangeran Darma yang kala itu memimpin Indramayu.

Mengutip history of Cirebon, untuk merebut sebagian wilayah yang diambil oleh Raja Sumedang, Pangeran Darma mengubah penampilannya bak seorang wanita.

Raja Sumedang Larang yang sangat mudah terbius kecantikan oleh wanita dimanfaatkan kelemahannya oleh Pangeran Darma.

Singkat cerita, setelah Pangeran Darma berhasil merebut kembali daerah kekuasannya tersebut, ia pun melarikan diri.

Desa Kasmaran diambil dari peristiwa kasmarannya Raja Sumedang Larang terhadap Pangeran Darma.

Desa Cupang
Namanya mirip sebuah nama ikan kecil yang sedang booming. Betul sekali, ada cerita ikan dalam pembentukan desa di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon ini.

Dahulu di desa ini, hidup seorang suami Istri yang bernama Ki Dawud dan Nyi Dawud, menurut legenda penduduk setempat keduanya berasal dari Mesir.

Ki Dawud bersama istrinya hidup berkecukupan di tempat itu, sebab di daerah keduanya tinggal tidak susah bercocok tanam.

Untuk memenuhi gizi, kadang juga Ki Dawud memancing, ikan hasil tangkapannya biasanya digunakan untuk lauk pauk sehari-hari, begitulah kegiatan Ki Dawud dalam mencukupi kehidupannya.

Pada suatu ketika, seperti biasanya Ki Dawud pergi memancing di Sungai, tapi entah kenapa kali ini Ki Dawud tidak kunjung mendapatkan ikan.

Merasa sudah lama belum mendapatkan ikan, Ki Dawud bersiap pulang, akan tetapi ketika mencabut kail pacingnya, rupanya dalam kail itu tersangkut ikan “Tempel” berukuran kecil.

Jenis ikan ini apabila memakan umpan di kail tarikanya tidak begitu besar, sehingga pemancing tidak merasakan jika umpannya telah dimakan.

Pantas saja tidak kunjung mendapatkan ikan, karena umpannya sudah dimakan ikan, begitu kira-kira fikir Ki Dawud.

Ki Dawud kemudian pulang hanya dengan membawa ikan kecil, sesampainya di rumah kemudian diserahkan ke Istrinya untuk dimasak.

Akan tetapi terjadi keanehan ketika ikan itu dimasak. Ikan berubah membesar di dalam kuwali, sehingga kejadian aneh tersebut dilaporkan Nyi Dawud kepada suaminya.

Mendapati kejadian aneh itu, akhirnya Ki Dawud mengurungkan niatnya untuk memasak ikan itu.

Ikan yang sudah mati itu kemudian dibungkus dengan kain kafan, dan kemudian dikuburkannya di suatu tempat.

Ikan itu kemudian dinamakan ikan Cupang oleh Ki Dawud menggantikan nama yang sebelumnya “Ikan Tempel”, sementara makam dari ikan itu kelak dikenal dengan nama makam Buyut Cupang.

Munjul Kunti
Seram, begitu mendengar namanya. Tetapi nama lokasi yang ada di Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon ini sudah berganti nama menjadi Munjul Jambul.

Penamaan Munjul Kunti bukan asal nama saja, ada cerita di balik predikat menyeramkan yang melekat di lokasi tersebut.

Menurut cerita, di lokasi tersebut dulunya sering ditemui kuntilanak yang menampakkan diri kepada warga yang melintas.

“Lokasinya memang cocok, ada sumur tua dan pohon-pohon,” ujar Rudi warga setempat.

Rudi tidak menampik cerita menyeramkan di lokasi yang berada di RW 01 tersebut dibuat tidak mengada-ada.

Seingat dirinya, ada usaha dari seseorang yang merupakan warga setempat dengan ilmu agama yang dimilikinya berusaha mengusir kuntilanak untuk pergi dari lokasi tersebut.

“Karena sering menggangu jadi diusir,” ceritanya.

Sejak saat itulah, nama Munjul Kunti melekat di lokasi tersebut. Menurut warga sekitar, munjul berarti tanah yang berbukit sedangkan kunti kependekan dari kuntilanak.

Dari berbagai nama-nama unik yang kadang menyeramkan bahkan lucu, semuanya hanya nama. Terkadang sebuah nama daerah atau desa tidak selalu menggambarkan keadaan penduduknya yang sama dengan nama-nama unik tersebut. (*/brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.