Bau Amis Darah, Menjadi Ciri Khas Mata Air di Desa Cikancas

oleh -4,272 views
Situs-Mata-Air-Cihanyir-Bau-Amis-Darah
Mata Air Cihanyir yang airnya terkadang bau amis darah. Foto: Brd/Radar Cirebon

Menurut penuturan tokoh warga Cikancas Hedy Herdyanto, Buyut Walijah merupakan sosok yang berjasa atas berdirinya Desa Cikancas.

“Dirinya membuka hutan untuk membuat pedukuhan yang sekarang menjadi Desa Cikancas,” papar Hedy.

Buyut Walijah sendiri memiliki arti wali yang suka berpindah-pindah tempat, hingga akhirnya berada di Desa Cikancas.

Situs lainnya yang belum terjamah bantuan adalah Mata Air Cimasuk dan Mata Air Cihanyir.

Lokasi yang berada di tanah adat warga ini, menjadi kendala pihak pemerintah desa untuk melakukan pengembangan menjadi sebuah tempat wisata.

Baca Juga!

Sejarah Masjid Terbang, Berdiri Tanpa Batu Pondasi

Tragedi Kelam Eksekusi Santri, Menjadi Awal Terbentuknya Desa Japara

Saat ini, keberadaan kedua mata air itu menjadi tumpuan warga sekitar dalam memenuhi kebutuhan air.

Keunikan dari kedua mata air yang ‘dijaga’ oleh pohon-pohon besar tersebut, sangat menarik.

Mata Air Cimasuk, memiliki sumber air yang cukup banyak, dengan kedalaman sekitar 2 sampai 3 meter, air yang keluar tidak penah kering.

“Kenapa disebut Cimasuk, karena air yang sudah dipakai tidak mengalir, tetapi masuk lagi ke dalam tanah,” terang Hedy.

Diceritakan Hedy, sosok Buyut Walijah adalah seorang perempuan, dirinya melakukan semedi di lokasi Mata Air Cimasuk tersebut.

Tetapi dalam menjalani semedinya, Buyut Walijah mengalami menstruasi, sehingga tidak bisa menyelesaikan semedinya.

Akhirnya, Buyut Walijah membersihkan badannya menggunakan air yang ada di Mata Air Cimasuk.

Air yang bercampur darah bekas bilasan Buyut Walijah masuk ke dalam tanah dan keluar di Mata Air Cihanyir.

“Jadi kenapa disebut Cihanyir, karena bau amis darah,” kata Hedy.

Lokasi Situs Mata Air Cihanyir yang jauh dari pemukimam, ternyata tidak mengurangi bau amis yang sewaktu-waktu keluar dari mata air tersebut.

“Kalau bau amisnya sudah tercium, berarti penunggunya ada,” kata Suliyah Warga Desa Cikancas yang rumahnya ada di sekitar Mata Air Cihanyir.

Menurut Suliyah, bau amis sering tercium jika malam Jumat kliwon, meski di hari-hari lain juga kadang tercium bau yang sama.

Saat ini, keberadaan situs-situs yang ada di Desa Cikancas hanya dikenali oleh warga sekitar, kalau pun ada warga luar yang datang, pasti dibawa oleh warga Desa Cikancas.

Pihak Pemerintah Desa Cikancas akan berupaya membuat keberadaan situs-situs tersebut menjadi tempat yang dikenal masyarakat luas. Videonya situs-situs Desa Cikancas bisa dilihat disini.

“Kami memiliki rencana ke depan, mudah-mudahan bisa terwujud dan menjadi kebangga desa kami,” kata Yanto. (brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.