Bau Amis Darah, Menjadi Ciri Khas Mata Air di Desa Cikancas

oleh -3.869 views
Situs-Mata-Air-Cihanyir-Bau-Amis-Darah
Mata Air Cihanyir yang airnya terkadang bau amis darah. Foto: Brd/Radar Cirebon

Pantura XFile – Desa Cikancas memiliki banyak situs yang keberadaannya belum banyak dikenal masyarakat luas. Salah satunya situsnya malah bisa mengeluarkan bau amis darah.

Situs-situs milik Desa Cikancas, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon ini diantaranya, Situs Makam Buyut Walijah, Situs Mata Air Cimasuk dan Mata Air Cihanyir.

Menurut Kepala Desa Cikancas, Yayan Tony Heryanto AMd, ketiga situs yang berada di wilayahnya itu disinyalir ada keterkaitan satu sama lain.

“Bisa jadi situs-situs tersebut merupakan sejarah yang berkaitan dengan nama Cikancas,” ujar Yayan.

Menurut pria yang kerap disapa Yanto ini, sejarah asal-usul Desa Cikancas belum ada catatan yang pasti, sehingga dirinya menggunakan versinya sendiri, tentu dengan bantuan penelusuran sejarah.

“Para kepala desa terdahulu juga belum memiliki catatan pasti tentang sejarah desa,” katanya.

Hingga suatu saat, dirinya berinisiatif membuat catatan sejarah desa dengan versinya sendiri, dibantu orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang sejarah.

Baca Juga!

Kuda Perang Si Windu Milik Panglima Perang Kuningan Dikubur di Wilayah Beber?

Pertanda Minta Tumbal, Hati-Hati Mendekati Lokasi Ini

“Tetapi saya memiliki keyakinan kalau situs tersebut ada kaitanya dengan nama Desa Cikancas,” tegasnya.

Cikancas sendiri mengandung dua bahasa yang diawali dengan Ci yang berarti Air, dan Kancas mengandung arti jernih.

“Jadi Cikancas itu air yang jernih, cocok dengan mata air yang ada di desa kami,” tambahnya.

Situs-situs yang ada di Desa Cikancas, baru satu yang mendapat pengakuan dari Disparbudpora Kabupaten Cirebon, yakni Situs Makam Buyut Walijah.

Tetapi sayang, pengakuan tersebut tidak disertai dengan perhatian dari pihak Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk memberikan bantuan supaya lebih lebih terawat.

“Alhamdulillah, meski belum ada bantuan dari pemkab, untuk Situs Makam Buyut Walijah ada donatur warga setempat yang peduli,” papar Yanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *