Bagaimana Rasanya Memiliki Tuyul?

oleh -331 views
tuyul
Foto Ilustrasi

Capek, lah. Kemana-mana gendongin tuyul, terus dikasih makan seabrek-abrek, badan kurus kering, itu yang saya tahu.

Ini cerita tetangga saya.

Tiga tahun yang lalu saya masih ngontrak, cuma bedanya dengan kontrakan pertama itu jaraknya 3 Km dari rumah orang tua saya, nah yang ini sekali loncat langsung sampai.

Saya punya kebiasaan suka menatap orang-orang dari balik jendela. Biasanya pagi dan sore. Sesekali saya suka mengintip kalau ada suara kendaraan berhenti di depan rumah.

Nah, dari kebiasaan saya suka nangkring di jendela ini, saya jadi tahu rahasia beberapa tetangga saya. Termasuk tetangga yang aneh satu ini.

Kalau orang lain, saat magrib, muslim rebutan ke masjid, atau minimal masuk ke rumah masing-masing.

Nah yang ini malah berlainan. Awalnya saya nggak mau kepo. Cuma pagar rumahnya selalu berbunyi dibuka saat magrib tiba.

Suatu hari saya lupa menutup gorden kamar kontrakan saya. Nah ini jendelanya tinggi banget, jadi kalau pagi-pagi cahaya matahari rebutan masuk ke kamar.

Baca Juga!

Misteri Situs Batu Tulis di Ciawijapura

Mungkin karena fengshui-nya bagus, ya (yang punya rumah orang China). Saya nggak ada masalah walaupun sesekali saya parno ada orang mencoba masuk dari balik jendela.

Saya melihat tetangga saya keluar rumah. Celingak-celinguk. Kadang sambil bawa cucunya. Terus metikin daun salam yang punya kontrakan ini.

Mending cuma ambil satu atau dua lembar, ini mah sekantong gede. Mungkin mau dia jual lagi karena dia karyawan di warung sayur kampung sebelah.

Tuh, kan jadi suudzon saya.

Ok. Itu belum mencurigakan.

Nah, someday saat tanggal gajian, saya sama suami ke mesin ATM di depan (masih dalam komplek), kebetulan ketemu sama orang ini dan anaknya. Saya pun menegur. “Mau kemana, Te?.”

“Oh, nggak. Cuma nyari angin.”

“Kami duluan ya, Te.” (karena kami naik motor).

Nah, saat di ATM kebetulan antrean lagi panjang. Tahu-tahu tetangga saya sudah di depan saja. Entah kenapa saya melihatnya dengan rasa tidak suka.

Ah males mau negur lagi, karena di sebelah ATM ada Alfamart yang ada ATM-nya pindahlah saya sama suami. Udah pamit juga sama si tante.

Karena masih jam delapan malam, saya minta dianterin keliling komplek, sekalian ingin berduan bersama suami.

Setelah keliling putar-puter berapa kali saya minta balik ke Alfamart tadi karena haus ingin minuman ringan.

Eh, si tante sama anaknya masih ada…nggak ngapa-ngapain, planga-plongo depan ATM.

Hampir satu jam mereka di sana dan suasana sudah sepi. Oke, saya mikir dia belanja online, mau transfer tapi belum ada konfirm dari pihak kedua.

Di lain kesempatan saat saya hendak mengunci pagar, ini udah malem banget, pukul 23.00 WIB, saya pergokin lagi si tante keluar dengan celingak-celinguk.

Baca Juga!

Gegabah di Situs Buyut Salam, Bakal Ada Penampakan

“Eh, Tante mau kemana udah malem gini?.”

“Mau beli mie.”

Oke, saya percaya-percaya saja.

Saya cerita lah ke mama saya. Ternyata mama saya juga sering lihat tante ini keluar malam-malam.

Saya sempat mikir, nggak mungkin dia jual diri. Disamping sudah tua, dari penampilannya juga rasanya orang ogah buat memakai dia.

Dan terakhir saya ketemu ini tante celingak-celinguk di depan rumah gedongan. Dan lagi-lagi dia bilang nyari angin.

Pikiran jahat kedua saya bilang dia mau mencuri kucing Anggora yang ada di rumah tersebut karena cantik-cantik.

Yang bikin aneh, tante ini pernah beli ayam empat kiloan yang katanya buat menantunya yang lagi hamil.

Sementara anaknya hanya beli sayur bayam satu ikat dan tempe satu buah. Oke lah kalau selera beda-beda. Cuma saya agak janggal kenapa ayamnya masih lumuran darah banyaaaaaakkkk bangettt…

Biasanya selalu dia cuci bersih dulu. Saya ingat sebelum pulang air krannya deras kok. Apa kali ini buru-buru, ya?.

Saya nggak mau mikir aneh-aneh lagi. Meski sebenarnya otak saya nggak berhenti mikir dengan kelakuan si tante.

Someday, saat saya sudah pindah rumah. Suami sedang memasukkan mobil ke dalam garasi rumah orang tua saya, dia melihat anak kecil lari-lari nggak pakai baju masuk ke rumah si tante, dan nembus dinding.

Suami nggak cerita ke saya tapi ke mama saya. Sejak itu, orang-orang di rumah jadi sering kehilangan uang sampai beberapa juta.

Ya, sudahlah. Nasi sudah menjadi bubur. Saya baru sadar setiap si tante keluar malam-malam dia selalu agak membungkukkan badannya, beda saat saya temui saat sedang belanja sayur. Mungkin dia menggendong tuyul tadi.

Semoga Allah memberikan mereka hidayah, digantikan rezekinya yang halal dan banyak biar nggak capek ngumpulin uang tetangga lagi.

Seorang teman saya membenarkan tentang kehadiran tuyul tersebut. Itu punya tante yang sering keluar malam-malam tadi.

Tambahan cerita, kalau si tante sekeluarga nggak pernah makan yang enak-enak. Paling cuma ikan asin, terus penampilan mereka itu kucel semua. Maaf, kayak orang nggak pernah mandi.

Rumahnya biasa saja tapi dua tingkat. Nggak ada istimewa. Cuma hampir semua anak-anak nya pake iPhone, motornya banyak berderet-deret di garasinya.

Konon katanya sih orang yang memelihara tuyul nggak bisa nikmatin hasilnya sepenuhnya. Seperti nggak bisa pakai baju bagus, nggak bisa makan enak. Hadeeeh.. apa bener ya? (*)

(Cerita ini dibagikan oleh Widy di laman Quora, dan mendapat banyak komentar dengan kasus serupa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.