Awal Mula Batu Bleneng Bertengger di Bukit Salam

oleh -1.043 views
batu-bleneng-tol-cipali
Batu Bleneng di Tol Cipali terlihat kokoh di atas Bukit Salam. Foto: Istimewa

Keberadaan “Batu Bleneng” di KM 180 tol Cipali, sering disangkut pautkan warganet kejadian naas dan keberadaan batu tersebut.

Selalu saja ada hal-hal mistis yang dikaitkan. Apalagi jika terjadi tragedi kecelakaan dengan korban tewas di jalan tol terpanjang itu.

Seperti diketahui, bila Anda melintas dari arah Jakarta menuju Palimanan, batu kokoh tersebut akan terlihat di sebalah kanan di atas sebuah bukit bernama Bukit Salam.

Di sekitar lokasi batu, tempanya sudah dirapihkan dan di cor, keperkasaan batu bleneng pun akan terlihat jelas oleh pengendara yang melintas di bawahnya.

Baca Juga:

Kejadian Aneh, Pedagang Dapat Pesanan 10 Kopi Jangan Diaduk, 10 Batang Rokok Dibiarkan Terbakar

Mirip Vampir, Hanya Dihisap Darahnya, Puluhan Kambing di Kuningan Mati Misterius

Bicara soal batu besar yang berada di pinggir tol Cipali itu, ada legenda di kalangan penduduk setempat. Konon katanya, percaya nggak percaya, batu itu tak bisa dipindahkan saat pembangunannya.

Sudah diupayakan dibongkar tapi selalu tak bisa. Entah alat yang terbatas atau mungkin saja, pihak pengelola sengaja menaruh batu itu sebagai hiasan jelang keluar gerbang tol Cipali.

Bahkan ada cerita yang berkembang, pada saat pembangunan jalan tol, seorang operator alat berat tewas akibat mau memindahkan batu tersebut.

Menurut legenda rakyat setempat, batu tersebut adalah tanda asal muasal pulau Jawa dijadikan pemukiman.

Ada pula yang bilang batu itu peninggalan orang zaman dahulu yang sengaja ditaruh di situ karena berguna untuk menutup mata air berlumpur yang membuat banjir kawasan itu pada masa lalu.

Batu tersebut berada di Desa Walahar. Adapun nama “walahar” berasal dari cerita zaman dulu, bahwa di desa tersebut terdapat mata air dengan lahar (lumpur) yang keluar dari kerak bumi tanpa henti.

Seperti layaknya lumpur lapindo, menurut legenda, lahar tersebut terus keluar dari dalam bumi hingga membuat desa sekitar tertimbun lahar.

Maka atas kesaktian sesepuh tanah Jawa pada masa itu. Diperolehlah petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Sang sesepuh diberi petunjuk bahwa untuk menutup lahar tersebut harus dengan batu besar yang terdapat di puncak Gunung Ceremai.

Gunung Ceremai adalah satu-satunya gunung tinggi yang paling dekat dan memang tidak begitu jauh dari lokasi, berjarak 20 kilomter ke arah selatan dari lokasi Batu Bleneng.

Dengan kesaktian sesepuh pada masa itu, maka batu ukuran besar berhasil diangkat dari Gunung Ceremai dan dijatuhkan tepat di atas mata lahar tersebut.

Akhirnya lahar tak keluar lagi dan daerah tersebut dinamakan “Walahar”. Lalu, kenapa batu tersebut hingga kini tidak bisa dipindahkan?

Lagi-lagi hanya menurut mitos warga sekitar, bahwa batu besar itu dijaga oleh raja Jin yang telah berjanji kepada sesepuh yang telah menaklukannya.

Bahwa sang raja jin telah berjanji akan menjaga batu besar itu agar tidak berpindah atau hancur demi menutup lubang lumpur, walau pada masa kini lumpur sudah tak ada.

Maka hingga saat ini masih terbukti, bahwa batu besar yang seakan bertengger di pinggir jalan tol Cipali nan misterius ini tetap berdiri kokoh seperti dulu, karena tak dapat dipindahkan atau dihancurkan.

Bahkan karenanya, jalan tol Cipali terpaksa sengaja dibelokkan dan kini seakan-akan batu besar misterius itu ikut pula menjaga jalan tol Cipali.

Ada lagi cerita mitos bahwa batu misterius itu juga sebagai tempat orang zaman dahulu bersemedi dan banyak lagi cerita-cerita mitos lainnya.

Maka tidak heran jika kecelakaan yang terjadi disekitar tol Cipali banyak menyangkut pautkan dengan hal mitos Batu Bleneng tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.