Ada Rel di Dasar Air, Kerbau Ditelan Bulat-bulat Penunggu Waduk Darma

oleh -54.118 views
misteri-waduk-darma
Keindahan Waduk Darma diwarnai dengan cerita mistis. Foto: Agus Panther/Radar Cirebon

Pantura XFile – Tidak banyak yang tahu jika dulunya area Waduk Darma merupakan perkampungan penduduk. Sembilan desa harus ditenggelamkan.

Hamparan air ditambah keteduhan pepohonan di Waduk Darma, menjadikan tempat ini sebagai lokasi favorit tujuan wisata.

Di masa liburan atau Lebaran, puluhan ribu wisatawan berdatangan ke waduk terbesar di wilayah III Cirebon itu.

Ada yang hanya sekadar menikmati pemandangan alam, atau berwisata naik perahu mengamati keramba ikan atau pulau kecil yang ada di tengah waduk.

Tahun 1800-an, waduk ini sudah terbentuk meski ukurannya masih kecil. Barulah ketika zaman Jepang, pembangunan waduk rampung dilaksanakan.

Hingga sekarang, waduk tersebut masih kokoh menyimpan jutaan kubik air. Saat itu, dampak dari pembangunan waduk, lahan di sembilan desa harus dibebaskan.

Dari sembilan desa, ternyata hanya warga Desa Jagara saja yang harus direlokasi alias bedol desa. Sisanya lahan pertanian dan tegalan.

Mantan Kades Jagara, Umar Hidayat menuturkan, pembangunan waduk itu harus menenggelamkan sembilan desa. Seperti dilansir radarcirebon.com.

Baca Juga!

Arwah Gentayangan Menjelma jadi Setan Budeg, Kesadaran Orang Bakal Hilang di Perlintasan Kereta Api

Benarkah Anak Cucu Wali Dilarang Naik Gunung Ciremai?

Jika air surut di musim kemarau, akan timbul jalan aspal dan pondasi rumah penduduk yang ditenggelamkan.

“Dulunya jalan aspal itu menghubungkan Desa Jagara dengan desa di sekitarnya. Memang tidak dibongkar jalannya, dan dibiarkan saja ketika Desa Jagara ditenggelamkan,” kata Umar.

Sembilan desa yang masuk area pembangunan Waduk Darma, lanjut Umar, yakni Desa Darma, Jagara, Kawahmanuk, Cikupa, Parung, Cipasung, Sakerta Barat, Sakerta Timur, dan Paninggaran.

Berdasarkan informasi yang diterima dari orang tuanya, hanya penduduk Desa Jagara saja yang harus direlokasi ke tempat lain.

Berbeda dengan delapan desa lainnya yang hanya lahan pertaniannya saja yang terkena pembangunan waduk.

“Seluruh warga Jagara dipindahkan ke sisi waduk yang sekarang menjadi desa kami. Jumlahnya saat itu sekitar 800 kepala keluarga yang dipindahkan atau bedol desa. Bekas perkampungan Jagara masih bisa dilihat jika air waduk surut,” terang dia.

Satu hal yang diingatnya, di dasar waduk ada rel kereta lori pengangkut tebu dari Ciledug menuju Ciamis.

Namun sayangnya, dia dan warga lainnya tidak pernah menemukan sambungan rel baik yang ke arah Ciledug, Kabupaten Cirebon, maupun menuju Ciamis.

“Memang bukan rel kereta penumpang yang ada di sini, melainkan lori pengangkut tebu. Dulu dari Ciledug ada rel lori menuju Ciamis. Nah, tebu dari Ciamis diangkut lori ke pabrik gula di Ciledug,” ungkap Umar.

Sebagai warga asli Desa Jagara, Umar merasa bangga lantaran waduk ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.

Selain mampu mengairi ribuan hektare persawahan, air waduk ini juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Kabupaten Kuningan.

“Waduk ini juga dipakai masyarakat untuk budidaya ikan air tawar. Banyak manfaat yang diperoleh dari keberadaan waduk ini,” sebut dia.

Selain pemandangan yang asri, Waduk Darma juga punya banyak cerita misteri yang berkembang dari mulut ke mulut.

Contohnya, adanya belut putih yang suka menampakkan diri kepada orang-orang tertentu.

Menurut mantan Kepala Desa Sakerta Timur, Cucu Sudrajat, kemunculan belut putih tidak bisa ditunggu-tunggu.

Namun, konon ada yang pernah melihat mahluk gaib tersebut muncul di tengah-tengah waduk.

Tetapi menurutnya, kemunculan mahluk tersebut bukan untuk mengganggu, tetapi untuk mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga sikap dan sopan santun di lokasi waduk.

Pernah suatu saat warga sekitar penasaran dengan belut putih, maka disepakati untuk dipancing supaya belut itu muncul kembali.

“Dipasanglah seekor kerbau, betul saja kerbau tersebut ditelan bulat-bulat,” cerita Cucu.

Sejak saat itu, masyarakat sekitar tidak berani berbuat macam-macam, mereka menggangap waduk tersebut ada penunggunya. (*/ags)

2 thoughts on “Ada Rel di Dasar Air, Kerbau Ditelan Bulat-bulat Penunggu Waduk Darma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *